Ada Dugaan DPRD Rote Ndao Lakukan RDP, Terhadap Koperasi Nelayan Milik Salmun J Klaas Terkesan syarat Politik.

ROTE NDAO-PENA NTT, Undangan RDP yang di tanda tangani oleh Ketua DPRD  Alfred Saudila, A.Md terkesan lucu, dan di duga ada unsur Politik. Hal ini terlihat dari undangan terhadap Koperasi Nelayan yang tidak menyebutkan nama Koperasi nelayan tapi, hanya Koperasi Nelayan Salmun J Klaas, sehingga terkesan lembaga sekelas DPRD Rote Ndao tak paham administrasi.

Undangan yang ditujukan kepada Koperasi tanpa nama, hanya sebut Salmun S.J Klaas tersebut diminta hadir  pada tanggal 29/06/2022 di ruangan Komisi B DPRD Rote Ndao, jam 09.00 wita untuk mendengarkan pendapat terkait laporan masyarakat.

Read More

Ironisnya lagi dalam surat tersebut, dalam kalimat menyatakan bahwa berdasarkan pengaduan masyarakat kelompok nelayan Tuna 505, yang mana KUB tuna 505 sendiri tidak tau bergabung di koperasi mana? Dan mengadu Terkait penarikan kembali kapal ikan yang di terima sejak Tahun 2017, yang di kelolah oleh koperasi tanpa nama, terkesan sangat Lucu.

Surat RDP, Dari lembaga DPRD rote ndao

Ketua DPRD Alfred Saudila, A.md Ketika di konfirmasi media ini lewat pesan whats app Rabu 29/06/2022, terkait undangan tanpa menyebut nama koperasi, mengatakan bahwa,
Kami mengundang yang bersangkutan sudah 2 kali namun tidak bersedia hadir dengan alasan bahwa dia sedang berangkat ke kupang. akan kami undang untuk kali yg ke 3, apabila yang bersangkutan tidak hadir lagi maka kami anggap yang bersangkutan tidak mau menghargai kami.  Maksud kami mengundang untuk mencari jalan keluar yg baik bersama dengan pihak pengadu dan bukan memproses mereka secara hukum.

ketika di tanya terkait undangan, yang sempat media ini terima, nama Koperasi saja tidak tau, dan dasar laporan masyarakat siapa?

Ketua DPRD mengatakan bahwa Pengadu atas nama kelompok tuna 505. Ketua kelompoknya nama Taher Aligani dan Lahamak Baco. Kel metina.

Saat di minta tanggapan mungkin ada oknum yang meminta melakukan hal ini sehingga bapak terkesan menjual  lembaga?? Menurut Red Saudila,,, Jual lembaga.?  Ada surat pengaduan “adik omong tidak sadar ko? Adik seorang jurnalis ko bisa langsung memfonis saya jual lembaga. tarik kembali adik pung bahasa ya” pungkas Ketua DPRD lewat pesan whats app.

Media pun meminta  maaf “Maaf bapak, tapi bapak tanda tangan undangan saja bapak tidak tau nama koperasi tapi bapa tanda tangan”

“Saya tidak fonis tapi bapak sebagai ketua DPRD, tanda tangan surat di tujukan kepada koperasi nelayan yang tidak tau nama, dan  Bapak tidak salah. tapi tegur sekwan, kalo buat surat jangan bikin malu lembaga, dan Ketua DPRD pun tidak merespon whats app Lanjutan.

Sedangkan  Salmun S.J.Klaas, ketika dihubungi media ini lewat telepon seluler, membenarkan bahwa sementara berada di Kupang, tapi Kalau saya di rote pun saya tidak hadir? Masa undangan sekelas Lembaga DPRD mau undang saya selaku ketua Koperasi tapi tidak tau saya pung nama koperasi.

Lucunya lagi pelapor kelompok nelayan tuna 505, yang katanya binaan koperasi saya, tapi nama koperasi saja tidak tahu, ucap salmun sambil tertawa lepas.

Masih menurut salmun saya akan ikut RDP Kalau hadirkan dari Dirjen peralatan tangkap, dan semua yang terlibat. Atau kalau kelompok nelayan tuna 505, merasa di rugikan, ya lapor aja ke polisi atau jaksa. (PN.01)

Related posts