Akhirnya Polisi Tetapkan YOK Tersangka Dugaan Kasus Pupuk Bersubsidi Kelompok Tani “Oedai”.

ROTE NDAO-PENA NTT, Dugaan Pencatutan nama oleh oknum Yang tidak bertanggung jawab dalam kelompok Tani “Oedai” untuk mendapat Pupuk bersubsidi, akhirnya ditetapkan Polisi Sebagai Tersangka.

Proses Panjang kasus tersebut sejak Mei 2021, dan akhirnya dibawah pimpinan Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Rote Ndao Iptu Yeni Setiono,SH berhasil Menetapkan satu orang tersangka (YOK) Kasus pupuk subsidi Kelompok Tani Oedai Fiktif. dari Dusun Oedai Desa Oelua Kecamatan Loaholu, Kabupaten Rote Ndao.

Read More

Demikian disampaikan Kasat Reskrim Polres Rote Ndao Iptu Yeni Setiono,SH kepada Wartawan Jumad 5/05/ 2022.

Dijelaskan Kasat Reskrim Polres Rote Ndao,terhadap kasus tersebut
telah dilakukan penyelidikan kemudian laksanakan gelar perkara dan penyidik sudah meningkatkan ke tahap Penyidikan karena berhasil  mengantongi serta menetapkan satu orang tersangka

“Kasus tersebut sudah ditingkatkan  ke tahap penyidikan dan penyidik sudah menetapkan YOK sebagai tersangka”ungkap Kasat Reskrim.

Untuk di ketahui media penantt.com pernah merealese berita tanggal 15/05/2021 dengan judul ” Diduga gunakan Cara Licik dengan Catut nama warga, Kelompok Tani “Oedai” desa Oelua dapat Pupuk bersubsidi.”

Modus Operandi baru yang di gunakan oleh oknum tertentu di dalam Kelompok Tani Oedai desa Oelua Kecamatan Loaholu yang diduga Fiktif untuk mendapat Pupuk bersubsidi dari Pemerintah, akhirnya terkuak.

Hal ini di sampaikan oleh salah satu warga desa Oelua Agustinus Mbuik, yang namanya di catut masuk ke dalam kelompok Tani Oedai untuk mendapatkan Pupuk bersubsidi, sedangkan tidak pernah tau adanya kelompok Tani tersebut.

“kami sangat terganggu dan resah karena nama kami dicatut dalam kelompok tani “Oedai” ini yang didirikan tahun 2017 tanpa sepengetahuan anggota Kelompok Tegas Agustinus Mbuik”

Terkuaknya kelompok tani diduga Fiktif  ini berawal dari ditemukannya pupuk oleh warga yang dijual bebas kepada warga bukan kepada anggota Kelompok yang namanya tercatat dalam RDKK oleh Martha Henukh, pada hari selasa sore 11/05/2021 sekitar pukul 16.00 wita, yang mana Pupuk tersebut milik Kelompok Tani sawah Loela’al dengan ketua Hanok Kanuk.

Dari temuan tersebut muncul temuan pupuk di dua rumah terpisah yakni di rumah kosong milik Yusuf Kanuk (Kaur perencanaan) sebanyak 10 Karung Pupuk, dan dirumah Marthen Luter Mafo (ketua BPD) 13 karung Pupuk. Yang milik Kelompok Tani  Oedai yang di duga Fiktif. Penemuan ini sudah ditindak lanjuti dengan melaporkan ke pihak berwajib secara lisan.

Dan rencananya hari Senin 17/05/2021 akan dipanggil Pihak berwajib, pengurus inti dari kelompok Tani tersebut bersama Kepala Desa untuk dikonfirmasi lebih lanjut keberadaan Pupuk dan kelompok tani yang di duga fiktif tersebut.

Hasil investigasi media ini terkuaknya kelompok tani “oedai”  saat polisi mendatangi sebuah kios milik warga terkait adanya laporan warga bahwa ada penumpukan pupuk dikios tersebut dan beredarlah juga pula ada pupuk di kelompok tani “Oedai”  di ketuai oleh sdr Lusianus Lein.

Menurut warga yang namanya tercatut dalam kelompok tani yang di duga fiktif tersebut mereka sangat resah dan tidak terima karena sejauh ini mereka tidak pernah merasa menjadi anggota kelompok tani tersebut bahkan ada warga yang sangat marah yakni Anus Bela karena saudaranya yang sudah meninggalpun namanya dicatut dalam keaanggotaan kelompok tani fiktif tersebut.

Ironisnya Ketua Kelompok Oedai Lusianus Lein adalah seorang guru di Wilayah Rote Barat Laut yang paham betul tentang aturan. Bahkan informasi dari warga trik ini di duga sudah di mainkan sejak 2017, tapi baru terbongkar.

Nama nama Kelompok Tani Oedai yang berhasil di peroleh media ini dengan susunan pengurus sebagai berikut : Ketua kelompok Lusianus lein, sekretris Yusuf kanuk bendahara Yeskiel Foes. Anggota Agustinus Mboeik, Mesak Henuk, Gotlif y nullek, Justinus M Nullek, Onisimus Henuk, Habel Selli, Melkior Ndolu, Melkior Adu, Nikolas Nggili, Sarlin Mafo, Jermias Henuk, Yakob E Tode, Semuel bella (almarhum), dari nama nama tersebut sebagian besar tidak mengetahui namanya di catut.

Ketua Kelompok Tani, Lusianus Lein dimintai konfirmasi via telpon selulernya Jumat, 15/05/2021 mengatakan bahwa sementara masih sibuk jadi nanti saja konfirmasinya hari Senin seraya mematikan telpon selulernya.

Kepala Desa Oelua M Henuk, Ketika di konfirmasi lewat telepon seluler, Sabtu, 15/05/2021 terkait ada aparatnya yang namanya juga disebut, mengatakan bahwa belum bisa memberikan tanggapan karena masih berada di luar desa, nanti saya cek dulu semua baru saya beri statement, ucap kades dari balik telepon.

Sedangkan Ketua Komisi B DPRD Rote Ndao, Denyson Moy,ST ketika di minta tanggapan lewat telepon seluler, sabtu, 15/05/2021, mengatakan agar masyarakat pro Aktif melapor ke Dewan maupun Pemerintah serta Polisi jika ada oknum yang menjual pupuk pada orang yang bukan anggota kelompok yang nama tidak ada dalam RDKK dan juga ada kelompok fiktif, Karena mafia Pupuk ini bukan saja pada Produsen, distributur tapi sudah pada tingkat desa dengan modus tertentu untuk meraup keuntungan pribadi, sehingga ada perbahan data, ucap politisi PDIP ini.(SJK/PN.01)

Related posts