Diduga Ada Proyek Tak Bertuan Di Desa Sotimori Karena Tidak Ada Papan Informasi Publik.

  • Whatsapp

ROTE NDAO-PENA NTT, Di Desa Sotimori, Kecamatan Landuleko Kabupaten Rote Ndao ada  proyek peningkatan ruas jalan yang diduga tak bertuan, karena sesui pantauan awak media dilokasi proyek, tidak ditemukan pengawas proyek, konsultan pengawas maupun Kontraktor pelaksana proyek tersebut, bahkan Masyarakat di sekitar proyek itu tidak ada yang tahu bahwa proyek itu milik siapa.

Salah satu warga bernama Kasper Bafadau, yang mengaku sebagai pemilik lahan galian material sertu yang berdomisili di RT 01,RW 01, Desa Sotimori, ketika ditemui awak media Selasa, (22/06), sekitar Pukul 14.21 WITA, mengungkapkan, kalau lokasinya diminta untuk di manfaatkan sebagai galian C, namun hingga dengan saat ini sudah menjelang 2 hari berlangsung baik galian maupun urugan dilokasi proyek tidak ada seorangpun yang kembali mendatangi dirinya, untuk membicarakan berapa kompensasi balik terhadap material yang diambil dari lokasinya.

Bacaan Lainnya

Kasper Bafadau menambahkan, Lokasi galian C miliknya di survei oleh dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Rote Ndao barulah digali oleh Exavator milik pengusaha kontraktor pelaksana yang hingga kini dirinya sendiri tidak tahu siapa kontraktor pelaksana dari proyek tersebut.

Kasper bafadu (baju hijau) dan Yusak Lami Ketika memberikan keterangan pada wartawan

“Waktu itu Pegawai Dinas PU datang dan cek lokasi habis langsung operator Exavator gali, saya sendiri dan adik-adik saya masi menanti kedatangan pemilik proyek untuk dibicarakan berapa pembayaran yang akan dikasi, namun ada seseorang yang asalnya dari Desa Keoen mengaku sebagai utusan pemilik proyek, mengatakan, saya akan dikasi ganti rugi sebanyak 8 juta rupiah,” ungkap Kasper berdialek bahasa daerah Rote timur.

Dikatakan, selaku pemilik lahan dirinya berniat meminta uang sebesar Rp. 8.000.000,- kepada Kontraktor atas material yang dipakainya, namun soal ijin apapun tidak dikantongi dirinya karena hanya sebagai pemilik lahan.

Selain itu ketika ditanyai Wartawan  tentang papan informasi publik soal proyek tersebut, dirinya menjawab bahwa  belum terlihat kontraktor pelaksana memasang papan informasi proyek dimanapun juga sekitar lokasi proyek.

“untuk nilai kontrak kami selaku warga tidak tahu, namun sesui  info yang beredar bahwa volume pekerjaan lebih kurang 7 kilo 600 meter persegi,”ujar Yusak Lami yang masi kerabat dekat dengan Kasper Bafadau.

Selanjutnya, Yusak Lami mengatakan, kepada awak media menerangkan, lokasi galian tersebut diwilayah Kordale, Rt 01, Rw 01, Dusun 01, Desa Sotimori, Kecamatan Landu Leko dan kegiatan galian sudah berlangsung 2 hari ini lamanya, namun belum terlihat adanya papan informasi proyek.

Pantauan Penantt.Com, dilokasi Proyek tidak terlihat adanya papan informasi publik oleh kontraktor pelaksana dari titik nol, selain itu pekerjaan galian material sertu sementara berlangsung oleh 2 unit exafator pada lokasi yang berbeda dan sementara diangkut oleh Dam truck warna  biru dan pada samping bak truck tersebut tertulis TBA yang diduga milik Rofinus Fanggidae salah satu pengusaha/ kontraktor tersohor di daerah terselatan Indonesia.

Lagi pulah, kontraktor pelaksana, maupun pengawas proyek serta konsultan pengawas tidak terlihat dilokasi proyek, namun pekerjaan sementara berjalan dengan dioeparasikannya 2 unit exavator.

Hingga  berita ini diturunkan,Kontraktor Pelaksana belum diketahui siapa pelaksananya, akibat dari papan informasi proyek tidak terpasang dilokasi Proyek dan juga Kepala Dinas PUPR, Dominggus Modok, ST.MT, Penjabat Pembuat Komitmen (PPK), Jacob F. Nunuhitu, ST dan Konsultan Pengawas belum berhasil terkonfirmasi.(Tony/PN).

Pos terkait