Julius Elimanafe: Secara Iman Saya Merasa Berdosa Karena Saya Diberikan Kesempatan Untuk Bersumpah Janji Dihadapan Masyarakat Dan Tuhan.

  • Whatsapp

Foto : Julius Elimanafe, kades terpilih desa tolama yang di nonaktifkan.

ROTE NDAO-PENA NTT, Kepala Desa terpilih  di Desa Tolama Julius Elimanafe mengatakan, secara iman dirinya merasa berdosa karena dirinya diberikan kesempatan untuk bersumpah janji di aula Kantor camat Loaholu, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi-NTT  dihadapan Masyarakat dan terlebih dihadapan Tuhan.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut dikatakannya, ketika menjawab pertanyaan  wartawan dikediamannya, Sabtu, (12/6/2021) terkait dirinya sebagai Kepala Desa terpilih hasil pemilihan lanngsung secara demokrasi Tahun 2020 oleh lebih kurang  712 warga Desa setempat, namun kemudian diberhentikan kembali tampak suatu dasar hukum yang jelas.

Juliu Elimanafe menerangkan, sekarang ini Desa Tolama ditunjuk seorang penjabat sementara (PJS) menggantikan dirinya namun hal tersebut, kata dia, tidak sesui dengan aturan, karena penjabat Kepala Desa itu harus berlatar belakang ASN, namun jikalau dalam pertimbangan pemerintah Daerah Kabupaten Rote Ndao kalau ASN yang dimaksud minim, maka haruslah diangkat salah satu tokoh Masyarakat yang ada didalam Desa, bukannya didatangkan dari luar Desa.

“Yang menolak penjabat Kepala Desa sekarang bukan saya, yang menolak itu Masyarakat, setelah saya cek, ternyata mereka menolak itu karena sesui dengan aturan, penjabat Kepada Desa itu harus berlatar belakang ASN, namun jikalau pertimbangan pemerintah Daerah Rote Ndao ASN tersebut minim, maka haruslah dijabat oleh salah satu tokoh Masyarakat di dalam Desa Tolama,”terang Julius Elimanafe.

Dikatakan, ada alasan-alasan dari Masyarakat, menyatakan bahwa Masyarakat merasa dikhianati, karena seakan-akan ada penilaian bahwa Masyarakat Desa Tolama tidak punya kemampuan soal Sumber Daya Manusianya sehingga harus didatangkan dari luar Desa Tolama.

“Masyarakat sementara masi menunggu SK saya, karena saya dan penjabat sementara dilantik sama-sama dalam satu hari tetapi beda jam, saya dilantik tanggal 10 Mei pukul 10:00 sementara beliau dilantik pukul 14:00,  jadi menurut Masyarakat bahwa sayalah yang harus berkantor dulu, sehingga Masyarakat menolak PJS dan menunggu saya diberhentikan untuk pemberhentian yang ke dua, karena saya diberhentikan sementara pada tanggal 27 Mei 2021 tapi kemudian dilantik lagi tanggal 28 Mei 2021,” ungkapnya.

Untuk diketahui ada 431 orang Masyarakat Desa Tolama tidak termasuk BPD, menolak Penjabat Sementara Desa Tolama Mesak O.Ngili karena dianggap penunjukan Mesak O.Ngili sebagai Penjabat sementara Desa Tolama menyalahi aturan, penolakan penjabat Kades tersebut berdasarkan  surat Nomor: 001/Msy/DT/VI/2021, perihal, penolakan  PJ.Kepala Desa Sementara Desa Tolama, ditandatangani oleh 431 warga pemilih dari 712 warga pemilih sesui DPT pada pemilihan Kepala Desa secara Demokrasi pada Desember 2020 lalu. Surat penolahan telah dilayangkan oleh Masyarakat pada Tanggal 2 Juni 2021 melalui BPD tembusan kepada Camat, Dinas PMD, dan DPRD Kabupaten Rote Ndao.

Hingga berita ini di turunkan Camat Loaholu Jemi O.Adu,SH belum berhasil dikonfirmasi.( CTA).

Pos terkait