Kadis Kesehatan akan Tindak Staf (JM) yang di duga mabuk dan buat ulah di Papela sesuai Aturan Yamg berlaku.

  • Whatsapp

Foto oknum JM yang diduga lakukan pelemparan USPD bank NTT  Papela.

 

Bacaan Lainnya

ROTE NDAO-PENA NTT, Terkait Dugaan ASN Dinkes yang mabuk dan melempari Kantor USPD Bank NTT Papela Berbuntut Panjang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rote Ndao, Dr. Nelly F Riwu, ketika di konfirmasi lewat Telepon seluler Rabu 18/08/2021 terkait permasalahan ini, mengatakan akan Tindak tegas staf inisial JM yang diduga mabuk dan melakukan tindakan tidak terpuji di fasilitas Umum  bank NTT Papela

Masih menurut kadis bahwa, ASN dilarang keras buat ulah apalagi tindakan yang diduga kriminal dan mengganggu kenyamanan orang, apalagi yang bersangkutan dalam tugas mengantar Vaksin di Puskesmas Landuleko dan Papela.

“Saya masih tugas di Kupang, tapi saya sudah perintahkan staf untuk buat TIM periksa (BAP) yang bersangkutan, karena tindakan dia sangat memalukan” Ucap Kadis dengan sedikit geram.

“Saya tidak akan toleransi kalo ada oknum seperti ini” ucap kadis singkat.

Sedangkan Kepala Inspektorat Kab. Rote Ndao Arkilaus Lenggu, ketika di konfirmasi, mengatakan, akan di tindak lanjut setelah dinas teknis selesai perikasa, dan dilimpahkan kepada kami.

Di tempat terpisah Kasat Reskrim Polres Rote Ndao, IPTU James Mbau, S.Sos. berharap kalau pihak Bank NTT merasa di rugikan silakan laporkan permasalahan ini ke polres Rote Ndao agar di tindak lanjuti, karena perbuatan yang bersangkutan sudah keterlaluan.

Diberitakan sebelumnya oleh media ini dgn judul Diduga Mabuk Oknum Staf Dinas Kesehatan Rote Ndao (JM) Lempari Kantor dan buat Rusuh  di ATM USPD Bank NTT Papela.

Hal itu di sampaikan oleh Security USPD Bank NTT Papela Kasper Ruy kepada awak media jumat 13/8/20021 di kantor USPD bank NTT Papela, yang mana Kronologis Kejadiannya Tanggal 12/08/2021 sekitar pukul 18.19 wita di duga pelaku (JM) datang untuk melakukan transaksi penarikan uang di ATM  Bank NTT USPD Papela, sementara Sekurity lagi membuang sampah di belakang gedung, selanjutnya pelaku memangil sekurity bahwa kartu ATM nya tertelan di dalam mesin ATM.

“Saya datang jadi sempat Cancel tapi tidak ada konfirmasi balik, jadi dia mati matian suruh saya untuk tarik kasih keluar kartu  ATMnya tapi saya bilang tidak bisa kakak karena ini barang ada dia punya petugas” ucap Security Kasper Ruy.

Masih menurut kasper  “saya tanya  kaka punya ATM itu ATM BRI atau apa? kalau ATM BRI maka itu aturannya bahwa kalau ATM BRI tertelan di  ATM bank NTT dengan sendirinya kita kasih hangus sebaliknya kita  nasabah bank NTT  Transaksi di BRI tertelan pun tetap dihangus tetapi jika ATM bank NTT besok jam 9 kakak bawa KTP datang ko petugas kasih keluar kartu” Namun JM tetap ngotot dan ribut terus tidak mau terima dan harus keluarkan kartu milik ATM nya

Dan Karena tidak mau mengindahkan penjelasan Security yang bersangkutan melakukan aksi Pelemparan terhadap Kantor  USPD Bank NTT Papela

“saya posisi masih berdiri di depan teras setelah melakukan aksi pelemparan pertama dia lansung keluar sampai di luar gerbang dia melempar ulang lagi, dan dia kembali masuk untuk membuat rusuh saya langsung berusaha mengamankannya , agar  jangan melanjutkan aksi nya lagi” pungkas Security.

Terkait identitas saya tidak tau namanya tetapi dia sendiri mengaku bahwa dia pegawai Pada dinas kesehatan kabupaten Rote Ndao dan saya yakin juga karena dia membawa mobil box plat DH 9936 VB yang biasa di gunakan untuk mengantar obat ke puskesmas Eahun. Pungkas security asli Papela ini.

sementara saya berusaha untuk mengamankan nya tiba-tiba datanglah pak boy yang bekerja di puskesmas sotimori dan beliau langsung membawa nya pulang ke rumahnya pak Egi.

setelah beberapa jam kemudian pak boy bersama salah satu temannya datang ambil mobil dan saya sempat tanya temannya jadi teman nya bilang kita sama sama dari Baa untuk mengantar vaksin ke puskesmas landu leko dan rote timur jadi saya pastikan bahwa dia seorang ASN di dinas kesehatan bahkan dia juga mengaku bahwa dia adalah seorang ASN di Dinas Kesehatan Kabupaten Rote Ndao ucap Kasper

“Tadi pagi pimpinan datang dan saya menceritakan kejadian tersebut dan pimpinan langsung mengecek kartu di mesin ATM, pimpinan langsung melakukan prin out cek kartu ada di dalam atau tidak lalu saat kita melakukan print boot ternyata kartunya tidak ada jadi tidak puas pimpinan langsung membuka kotak ATM dan memeriksa tetapi ternyata di dalam kotak kosong dan tidak ada kartu dan dari Rekaman cctv kartu  sudah diambil serta uang dan resinya”

Sementara itu  kepala USPD Bank NTT papela, Andre  Sinlae  ketika di kinfirmasi media ini Jumat 13/08/2021 di ruang kerjanya membenarkan kejadian tersebut Menurut andre bahwa tadi pagi ketika tiba di kantor security menceritakan bahwa tadi malam ada aksi pelemparan di kantor
Dan saya langsung mengecek di cctv ternyata dia mabuk jadi kartu ATMnya  sudah ambil dan menaruh di dalam dompet nya dan uang  sudah di tarik dan menaruhnya di dalam kantong celana serta resinya di simpan di dalam dompet.

Lanjut andre saya berharap kita sebagai pelayan publik selalu membuat yang terbaik untuk nasabah dan kita sudah siapkan Mesin ATM ini untuk membantu masyarakat jadi kita harus sama sama menjaganya semoga kejadian seperti ini jangan terulang lagi.

Sementara itu  Pelaku JM pegawai pada Dinas Kesehatan Kabupaten Rote Ndao saat di konfirmasi melalui telpon selulernya 082146120xxx mengatakan

“waduh saya mabuk mungkin, jadi saya tidak ingat lagi,memang saya lempar  saya mengaku sudah mau bagaimana lagi pak ,nanti saya minta maaf ke sana. ucap Beliau.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Rote Ndao Dr. Nelly F Riwu, sampai berita ini di turunkan belum berhasil di konfirmasi.(TIM PN)

Pos terkait