Kapolda NTT Perintahkan Kapolres Rote Ndao Copot JSB dari Jabatan Kapolsek Rote Barat Daya, Terkait Penganiayaan.

  • Whatsapp

Foto, Kapolda NTT Irjen Pol Drs. Lotharia Latif, S.H., M.Hum.

ROTE NDAO-PENA NTT. Tindakan Kapolsek Rote Barat Daya (RBD) JSB yang melakukan penganiayaan terhadap Yopi Yermias Dami Warga Rt 01 Rw 01 Kelurahan Mokdale, Kecamatan Lobalain,  Kab. Rote Ndao mendapat sanksi tegas dari atasan dengan mencopot Jabatan JSB sebagai Kapolsek Rote Barat Daya. Atas Perintah Kapolda NTT,. Irjen Pol Drs. Lotharia Latif, S.H., M.Hum

Bacaan Lainnya

Hal ini ditegaskan Kapolres Rote Ndao AKBP Felli Hermanto, S.Ik, M.Si saat dihubungi PENA-INDONESIA.COM. Sabtu (21/8/2021) sekitar pukul 19:38 wita tadi.

Seperti di lansir Penaindonesia.com Kapolres Rote NdaoAKBP Felli Hermanto,S.IK, M.Si, menegaskan, langkah tegas yang diambil atas tindakan tidak terpuji yang dilakukan JSB sebagai Kapolsek Rote Barat Daya terhadap warga Yopi Y Dami dengan cara harus di copot dari jabatannya sebagai Kapolsek.

“ Harus di Copot dari Jabatan dan perintah ini langsung dari atasan, Pak Kapolda Irjen Pol Drs. Lotharia Latif, S.H., M.Hum  melalui saya” Ujar Kapolres.

Selain itu sanksi ikutannya adalah yang bersangkutan diprores hukum sesuai dengan Disiplin  Polri dan untuk mempercepat proses JSB dimasukan dalam tahanan  Sel Propam Polres Rote Ndao. Jelas. Kapolres.

Diberitakan sebelumnya dengan judul Kapolres Rote Ndao akan tindak Tegas Okum Anggota JSB Secara Disiplin Polri terkait Kasus Penganiayaan.

Hal itu di sampaikan oleh Kapolres Rote Ndao, AKBP Feli Hermanto,S.IK, M.Si Yang di Konfirmasi Melalui Kasubag Humas Polres Rote Ndao, AIPTU, Anam Nurcahyo,S.IP

Menurut Anam memang benar telah terjadi kasus penganiayaan yang dilakukan oknum anggota Polri JSB terhadap korban YYD  pada hari Sabtu tanggal 21 Agustus 2021 sekitar pukul 08.00 Wita.
Kasus ini telah dilaporkan di Propam Polres Rote Ndao, dan akan diproses secara disiplin Polri. Saat ini telah dilakukan pemeriksaan terhadap terlapor dan saksi-saksi, sedangkan untuk pelapor sendiri belum dilakukan karena kondisi korban belum memungkinkan.

Seperti di lansir Newskpk.com Kejadian berawal Jumad(20/8/2021) malam sekitar pukul 10 : 00 malam dan sudah dalam keadaan mabuk,Oknum JSB tiba di lokasi permainan Biliard di seputaran simpang  Utomo,setelah sampai disitu Oknum JB meminta agar dirinya dibelikan Minuman Beralkhol Jenis (sopi) oleh para pemain yang ada dilokasi tersebut.

Setelah minum ,Oknum JSB mulai melakukan berbagai Ulah dengan mengeluarkan Senjata Api (Pistol)
Bahkan dikeluarkan sampai tiga kali hingga salah satu peluru sempat jatuh keluar ke tanah tepatnya didepan seorang Oknum Polisi berinisial (AJ) dan dipungut oleh oknum (JSB)bahkan Oknum Kapolsek (JSB)sampir berselisih paham juga dengan (AJ)
Namun akhirnya dilerai .

Bahkan ada salah satu oknum aparat TNI yang berada di TKP sempat memperingatkan agar Oknum (JSB) jangan bermain main dengan senjata Api

Setelah meminum minuman keras  hinga pagi ,akhirnya sempat  tertidur hingga pada sabtu(21/8/2021) pagi.

Ketika  pagi hari Korban YYD melihatnya sudah terbangun  mengatakan bahwa (bapak kalau bapak mau pulang maka biar beta antar bapak,atau bapak mau tidur ya tidur saja) namun disambut dengan kesal oleh oknum JSB bahwa (jadi kamu usir saya?)Yapi kembali mengatakan bahwa saya tidak usir cuma liat bapak dalam keadaan seperti ini, apalagi minum hingga pagi sehingga takutnya ada apa apa,namun teguran YYD (korban) bukanya diterima secara baik oleh oknum (JSB)namun melayangkan satu pukulan kepada Korban YYD dan langsung membanting Korban ke lantai seketika suasana menjadi ramai disekitar lokasi .

Atas kejadian tersebut Korban YYD kemudian mengadukan hal ini secara langsung ke Paminal polres Rote Ndao . (PN.01/TIM)

Pos terkait