Keluarga kecewa, dugaan kasus pemerkosaan terhadap Istri Sekdes Siomeda, hanya di proses penganiayaan

  • Whatsapp

Foto: foto Terduga pelaku,Ronal Erland Sadukh (doc.penaNTT)

 

Bacaan Lainnya

ROTE NDAO-PENA NTT, dugaan upaya pemerkosaan dan Penganiayaan yang di duga di lakukan terhadap istri sekdes Siomeda IS, Yang diduga pelaku, Ronald Erlan Saduk, yang juga aparat desa siomeda akhirnya diserahkan Tahap pertama ke kejaksaan Negeri Baa, oleh unit Reskrim Polsek Rote Tengah sesuai SP2HP yang  sempat di terima media ini.

Korban IS ketika dihubungi lewat suami Korban EP rabu, 26/05/2021 membenarkan hal tersebut tentang upaya pemerkosaan bahkan ada upaya pembunuhan terhadap istrinya yang di duga di lakukan oleh Ronald Erlan Saduk terhadap istrinya, karena mencekiK strinya sampai tidak bernapas.

Sekdes Siomeda EP ketika di hubungi media ini lewat telepon seluler, Rabu 26/05/2021 menjelaskan bahwa kronologis dugaan upaya pemerkosaan dan di barengi penganiayaan terhadap istrinya terjadi pada 12 mei 2021, saat dia berada di laut dalam rangka mencari ikan.

Menurut sekdes, sesuai cerita istri saya bahwa saat saya berada di laut pelaku RES datang ke rumah saya Lewat pintu belakang dengan tujuan mencari saya, pada saat itu istri saya sementara Menyuap  makanan terhadap anak saya yang masih berusia 2 tahun dan pelaku langsung mengambil piring  dari tangan istri saya dan simpan, setelah itu berupaya menyeret korban/istri saya ke kamar, bahkan istri saya  berupaya  menolak tapi pelaku dengan kekuatanya menaruh lutut di dada korban dan menganiaya korban hingga lemas, bahkan memukul wajah korban hingga tak berdaya dan dilakukan di kamar tidur korban alias istri saya.

Akhirnya upaya ini di ketahui  tetangga yang sedang mencuci pakian alias Roni Seubelan dan anak saya yang besar, sehingga upaya pemerkosaan ini dengan penganiayaan dapat dihindari dan di laporkan ke Polsek Roteng.

Namun ironisnya polisi hanya menjerat korban dengan kasus penganiayaan sesuai SP2HP yang diterima korban, dan di kirim ke media ini.

Sesuai SP2HP dari polsek Rote tengah bahwa kasus penganiayaan ini sudah di kirim tahap pertama ke kejaksaan negeri baa, sambil menunggu apakah kasus ini P21 Atau ada petunjuk lain  dari kejaksaan, yang harus di penuhi penyidik.

Sampai berita ini di turunkan Kapolsek Rote Tengah tidak merespon pesan whats app dari media ini, untuk konfirmasi hal ini. JQ

Pos terkait