Mar Ello, Bendahara Desa Lidabesi belanja Ikan Busuk dan Buah Rusak buat anak stunting di Desa Lidabesi.

ROTE NDAO-PENA NTT,  Stunting adalah kondisi yang bisa di cegah dengan pemberian nutrisi yang tepat, seimbang, dan sesuai dengan kebutuhan gizi Bayi, balita serta ibu menyusui, tetapi hal tersebut tidak berlaku di desa lidabesi, Kec. Rote Tengah, Kab. Rote Ndao.

Ulah pengurus PMT desa Lidabesi sempat Viral di Media Sosial Facebook, terkait belanja bahan makanan busuk. Akhirnya Media pun berupaya menemui Kader Posyandu Olabatu, Yulinto Ambesa di Kediamannya, Kamis ( 05/05/2022 ), yulinto mengatakan bahwa  kami kader Posyandu dusun olabatu desa lidabesi sering dapat protes dari orang tua anak penderita stunting menyangkut menu makanan PMT, akibat menu yang terkesan asal asalan dan ada juga Ikan Busuk serta Buah yang sudah Rusak.

“Kami kader kecewa dengan bendahara desa lidabesi. pasalnya bendahara tidak pernah terbuka dengan kami kader. menyangkut  menu sehingga kami kader sering di protes oleh orang tua dari anak penderita stunting”

Ironisnya bendahara yang tugasnya bukan belanja barang/bahan, tapi ikut belanja, dan masih saja beli ikan yang sudah Busuk, dan Buah busuk untuk di masak, pungkas kader psyandu ini.

“kalau itu ikan di paksakan kasi makan anak- anak bisa keracunan,” ucap kader posyandu ini.

“Jika bapa wartawan kurang percaya kami kader ada bukti foto ikan rusak ada dan buah- buahan yang rusak ada jadi bapa wartawan bisa lihat”

Kader pun merasa Kecewa karena bendahara beli ikan ekor kuning 6 ekor, kentang 2 buah, tahu 5 biji, dan tempe 2. Dan disuguhkan untuk 30 anak stunting di Dusun olabatu, Desa Lidabesi, kecamatan Rote Tengah kabupaten Rote Ndao, yang di perkirakan tidak sampai 100rb sedangkan anggaran yang kami tahu sekitar 300Rb untuk 30 orang anak. ucap Yulinto geram.

Jangan menganggap kami kader bodok, kami sudah  pelajari di menu empat bintang yang rekomendasi dari badan kesehatan Dunia dan ikatan dokter anak Indonesia maka apa yang di belanja oleh ibu bendahara lidabesi untuk anak  stunting tidak sesuai dengan menu empat bintang.

Sedangkan Bendahara Desa lidabesi Mar Ello ketika di hubungi lewat telpon seluler, Jumat 06/05/2022 mengatakan,bahwa  menyangkut ikan rusak itu benar karna mungkin belinya  pagi, dan sore baru antar jadi ikan rusak, jadi ibu kader  telpon bilang ikan rusak, saya bilang ganti dengan telur dan itu pun sudah di ganti oleh ibu kader, ucap mar ello dari balik telepon.

Mar Ello, pun mengakui soal buah rusak itu, “memang betul karna belanja di baa jadi antar ke Desa lidabesi akses jalan rusak jadi mungkin tertindas jadi pepaya hancur” dan menyakut dengan menu kita belanja sesuai dengan petunjuk dari dinas jadi saya rasa tidak ada masalah.ungkapnya.

Kadis PMD, James Therikh, SH ketika dikonfirmasi terkait hal ini mengatakan bahwa, Persoalan Stunting harus di tangani secara Serius, dan untuk persoalan PMT desa Lidabesi mereka sudah konfirmasi dengan Petugas Gizi Puskesmas, dan yang belanja adalah PKA, dan yang masak adalah Kader Posyandu.

Masih menurut James kalo ini benar kita harus terima kritikan, untuk pembenahan, jangan anti kritik, dan semua daftar menu sudah di atur jadi petugas pelaksana jangan buat semaunya dia, tetap serius tangani masalah stunting.

Masih menurut Kadis saat info tersebut viral di medsos, saya sudah ke desa Lidabesi temui kades, aparat desa dan semua pengurus, terkecuali bendahara karena masih berada di Kupang, semua untuk pembenahan, dan Kepedulian saya terhadap masalah stunting.

Media pun berusaha konfirmasi Kepala Desa Lidabesi  namun tidak merespon panggilan.(RM/PN.01)

Pos terkait