Pelabuhan Rakyat Nembrala Terancam Ditutup, Masyarakat Minta Perhatian Serius dari PEMDA Rote Ndao.

  • Whatsapp

Foto: aktifitas masyarakat di Pelra Nembrala sore hari (doc.PenaNTT)

 

Bacaan Lainnya

ROTE NDAO- PENA NTT, Hampir dipastikan untuk ke depan nanti akses masuk ke pelabuhan Rakyat penyebrangan dari Nembrala (Dela) ke pulau Ndao-Nuse dan sekitarnya akan mengalami kebuntuan karena area tersebut melewati tanah milik warga yang sementara ini dalam proses membangun.

Senin 24/05/2021, Tokoh Masyarakat Joni Lasi Ketika di minta tanggapannya di Pelabuahan Rakyat Nembrala, mengatakan akses jalan masuk ke lokasi pelabuhan  rakyat yang sudah sejak dahulu dipakai untuk penyebrangan ke Ndao-Nuse dan juga penyebrangan wisata tersebut, ke depan akan mengakibatkan masalah bagi masyarakat dalam menggunakan akses jalan tersebut. karena jalan yang dilalui masyarakat menuju pantai penyebrangan melewati tanah milik warga/masyarakat yang sudah memiliki sertifikat, sehingga diharapkan pemerintah dalam hal ini Kepala Desa Nembrala bisa menjembatani bersama pemerintah daerah dan pemilik tanah.    ( Keluarga Ndun) untuk membantu pembebasan tanah khususnya jalan masuk menuju pelabuhan rakyat tersebut.”Ungkap Jhoni.

Lebih lanjut Jhoni Lani mengatakan bahwa memang sampai hari ini akses jalan masih bisa dimanfaatkan oleh masyarakat namun melihat kondisi ada pembangunan fondasi  untuk  dibangun pagar oleh pemilik lahan maka diharapkan pihak Desa sebelum terlambat jalan masuk ini ditutup, segera membangun komunikasi dengan pemilik tanah (Keluarga Ndun) dan PEMDA  untuk menyikapi masalah tersebut.

Ditempat yang sama salah satu Anggota BPD desa Nembrala, Merci Kili, mengatakan bahwa memang ada pembicaraan ditingkat desa persoalan tanah tersebut dan ada perhatian dari salah satu pemilik tanah untuk memberikan akses jalan namun sampai sejauh ini belum ada pembahasan/rapat lanjutan bagaimana menghubungi ulang pemilik tanah dari keluarga Ndun, agar di Tindaklanjuti.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Fraksi Hanura Erasmus Frans Mandato, ketika dihubungi media ini lewat pesan WA, Senin, 24/05/2021 mengatakan bahwa   “Akses Jalan Ke Pelabuhan Nemberala Telah ada sejak Abad 18 Menjadi Pelabuhan Rakyat, menghubungkan Pulau Ndao, Kupang Dan Sulawesi ( jalur perdagangan dan Perikanan Kelautan ) dan menjadi satu-satunya Pelabuhan di Kawasan Rote Barat Sebagai Jalur Lalu Lintas Orang dan Barang Yang Memberikan Dampak Sosial, Ekonomi yang berkesinambungan, dan juga sebagai pelabuhan bagi wisatawan  Khusus Surfing dan Diving”.

Bahkan menurut Mus Akses ini menjadi satu-satunya jalur arteri Lalulintas  Pengunjung/Wisatawan.

“Seingat saya Pada Tahun 1994 adanya Proses Sertifikasi Tanah (Prona)  Oleh Sejumlah Penggarap Tanpa Menyisakan Akses Jalan yang Harusnya diperuntukan buat akses Publik ke Pantai, bahkan secara terus menerus Diusulkan dan Beberapa kali ditindak lanjuti Oleh Pemerintah Desa nemberala Namun Prosesnya berjalan di tempat”

Menyikapi hal ini perlu adanya penyelesaiannya dan pendekatan yang serius Oleh Pihak Pemerintah Kabupaten Rote Ndao Kepada para pihak yang menguasai Akses jalan dimaksud agar adanya Pembebasan Lahan, agar Menghindari Konflik Horisontal antara Pemilik lahan dan masyarakat sekaligus memberikan manfaat timbal balik yang layak bagi Semua Pihak, pungkas Mus Frans Yang juga Sekretaris DPC Partai Hanura, Rote Ndao ini.

Sedangkan Wakil Ketua DPRD, Paulus Henuk, SH. Ketika di minta tanggapannya mengatakan, Persoalan pelabuhan rakyat di Nembrala merupakan persoalan yang urgen serta perlu Tindakan preventif dan pendekatan yang persuasif agar pembangunan ekonomi Kabupaten Rote Ndao tidak hanya tersirat dan tertulis tetapi perlu perwujudan nyata oleh pemerintah daerah.

“Urgensi dari keberadaan pelabuhan yang telah lama menjadi faktor penting bagi para pengguna manfaat dari pelabuhan rakyat ini, dan sebagai upaya preventif mencegah terjadinya konflik horizontal serta secara ekonomis tidak membebani anggaran pemerintah daerah,  maka saat ini perlu dilakukan berbagai  upaya pendekatan secara persuasif agar mimpi dan harapan masyarakat pesisir akan kepastian akses jalan bisa segera diwujudkan.

Paulus pun Berharap, Pembangunan ekonomi Kabupaten Rote Ndao yang bertumpuk pada Sektor pariwisata dan didukung perikanan dan pertanian diharapkan tidak saja tertulis dalam visi/misi pemerintah daerah tapi perlu diwujudkan secara nyata.

Eksistensi pelabuhan rakyat Nembrala yang secara historis perlu dipertahankan dan diproteksi secara legal formal dengan menghadirkan akses jalan yang merupakan bagian integral dari pelabuhan ini.

Kami harapkan pemerintah bisa segera melakukan langka lanjutan atas harapan masyarakat dan diajukan anggaran melalui APBD 2022 agar bisa direalisasikan” tegas Paulus./SM/tim

Pos terkait