TRAVELLING AMAN DITENGAH PANDEMIC COVID-19

Oleh : Marto Tritirto Honin(Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga Surabaya)

PENA NTT, World Health Organization (WHO) sudah mengumumkan status pandemi global untuk penyakit virus Corona 2019 atau yang juga disebut Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) pada 11 Maret 2020. Tindakan tersebut dilakukan sebagai bentuk keprihatinan dunia atas penyebaran virus dan dampak yang mengkhawatirkan, serta mengingatkan semua negara untuk mengaktifkan dan meningkatkan mekanisme respon darurat. Dalam waktu yang bersamaan seluruh warga dunia berpotensi terkena infeksi penyakit Covid-19. Penyebarannya yang pasif dan mengakibatkan tingginya angka kematian membuat sebagian belahan dunia lumpuh dari segala aktivitas. Beberapa negara melakukan penguncian wilayahnya dan menonaktifkan semua aktivitas masyarakat dengan pelarangan keluar rumah.

Pandemi COVID-19 yang telah bertahan lama membuat orang merasa terpenjara keadaaan. Wajar saja, pemerintah menerapkan berbagai aturan demi menghambat penyebaran virus corona dengan pembatasan sosial, larangan bepergian, karantina, dan penutupan pintu kedatangan internasional. Alhasil, masyarakat lebih sering menghabiskan waktu di dalam rumah mulai dari bekerja, berolahraga hingga berlibur. Menjalani kegiatan monoton dalam waktu cukup lama dapat membuat seseorang menimbun keinginan yang luar biasa untuk berwisata setelah pandemi usai.

Meskipun pelonggaran aktivitas telah ditetapkan, kekhawatiran terinfeksi di saat melakukkan kegiatan wisata termasuk proses transfer in-out saat perjalanan menuju dan dari daerah tujuan juga menjadi pertimbangan bagi wisatawan untuk tidak melakukan kegiatan wisata. Pandemi ini telah merubah perilaku konsumen dalam menentukan pembelian produk dan jasa pariwisata. Wisatawan membutuhkan kenyamanan dalam berwisata berupa terjaminnya kebersihan, kesehatan, dan keselamatan dari infeksi covid-19.

Seperti yang kita ketahui bahwa Travelling di masa pandemic dapat berdampak pada peningkatan kasus Covid-19. Maka dari itu pemerintah memberlakukan aturan perjalanan baik domestik maupun internasional menggunakan jalur laut, darat dan udara untuk wajib vaksin covid dan pemberlakuan Swab/PCR. Hidup di masa pandemi memang cukup membuat setiap orang penat dan butuh liburan. Dilema dari hal tersebut adalah kekhawatiran akan terpapar Covid-19. Dalam menjaga kesehatan dan keamanan diri serta orang sekitar, ada baiknya untuk melakukan perjalanan setelah mendapatkan dosis lengkap vaksin.  Sebelum memulai perjalanan, Traveller harus merencanakan terlebih dahulu karena banyak hal yang harus dipersiapkan. Selain tes Swab/PCR negatif, pastikan tempat tujuan yang akan dikunjungi aman. Sebelum melakukan perjalanan Traveller harus memastikan bahwa dirinya benar-benar sehat dan jangan memaksakan diri untuk traveling ketika kurang sehat karena akan sangat rentan terjangkit penyakit menular atau menularkan penyakit kepada orang lain. Selain itu Traveller juga harus menghindari Pembayaran tunai menggunakan uang kertas atau uang koin karena dapat meningkatkan risiko penularan Covid-19 dan penyakit menular lainnya. Jadi, sebaiknya menyiasati hal ini dengan menggunakan sistem pembayaran non tunai. Usahakan untuk mengisi e-wallet dan e-money secukupnya supaya transaksi non tunai berlangsung lancar.

Dalam memilih penginapan selama Travelling pastikan benar-benar beroperasi dengan protokol kesehatan yang ketat sehingga tidak berisiko bagi kesehatan. Para Traveller sebaiknya menghindari Travelling di musim liburan karena biasanya momen tersebut memang dimanfaatkan oleh sebagian besar masyarakat untuk liburan. Traveling saat liburan justru berisiko bagi kesehatan karena penginapan dan destinasi wisata dipenuhi pengunjung. Alangkah lebih baik jika memilih momen traveling di hari biasa (weekday) agar tak perlu beraktivitas di kerumunan dan bisa menikmati suasana liburan secara maksimal. Untuk memberikan sensasi pengalaman berlibur yang istimewa solo traveling atau Backpacker merupakan pilihan yang tepat di masa pandemi untuk meminimalkan kerumunan. Semakin banyak rombongan saat traveling di masa pandemi, maka semakin besar pula risiko penularan Covid-19 yang bisa terjadi. Selalu membawa masker medis sesuai standar WHO dalam jumlah banyak, cairan disinfektan, hand sanitizer, dan tisu basah yang mengandung antiseptik. Jangan lupa membersihkan diri usai beraktivitas diluar ruangan dan mengkonsumsi makanan yang mengandung gizi seimbang serta vitamin agar tetap aman selama Travelling. (Marto Honin/Mahasiswa Fakultas Keperawatan Unair Surabaya)

Related posts