Usaha Menjahit, Solusi Bagi Anak Muda Ditengah Pandemi Covid-19

  • Whatsapp

 

Foto : Maharani Mesah, saat melakukan aktifitas menjahit saat dirumah, Kelurahan Fatululi (01/10/2021)

KUPANG-PENA NTT, Saat pandemi covid-19, berakibat pada menurunnya tingkat Pendapatan Keluarga,  Hal ini menuntut masyarakat untuk kreatif dalam upaya daya cipta produksi usaha dan mampu beradaptasi dengan situasi ini.

Maharani Mesah (23) yang berprofesi sebagai penjahit rumahan ini, memasarkan usaha jahitan dengan memanfaatkan media sosial ditengah  pandemi Covid-19 yang tak kunjimg berhenti. Ia mengaku keuntungan yang didapatkan cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Awal covid kan gempar jadi banyak yang pesan masker jahitan. Mulai dari apotik, TNI Angkatan Laut, sampai Bank TLM. Nah itu untung banyak. Modal beli bahan sekitar 25 ribu sa (saja) untuk sekali pesanan tergantung jumlah. Total semua, berarti sekitar 4,2 juta dalam satu bulan”, ungkapnya saat ditemui di kediamannya di Kelurahan Fatululi kecamatan Oebobo,  (01/10/2021).

Namun saat ini, ia sudah beralih menerima jahitan pakaian seperti dress, rok dan kebaya. Hal ini ia lakukan lantaran tidak lagi menerima pesanan masker.

Penghasilan menjahit ia gunakan untuk kebutuhan rumah tangga seperti membeli lemari, kasur hingga mesin cuci kebutuhan dapur.

Selain itu, ia juga mengatakan usaha menjahit saat pandemi memberi solusi terutama bagi anak muda. “rata-rata penjahit sekarang orang tua. Jarang anak muda, padahal hanya butuh skill, sonde butuh biaya besar, dan tinggal upload di Facebook”, jelasnya.

Peluang usaha yang mudah ini, juga memberikan keuntungan lain seperti bahan sisa yang dapat dimanfaatkan untuk menjahit lagi.

“bahan sisa tu banyak jadi bisa jahit lai (lagi). Kalo masalah laku tu tergantung pelanggan suka atau sonde. Jadi beta (saya) sesuaikan deng (dengan) kemauan pelanggan sa (saja)”, ungkapnya dengan wajah berseri-seri saat di wawancara.(Rini Mesah).

Pos terkait