WVI Tutup Program setelah 6 Bulan Kolaborasi Respons Badai Seroja di NTT

  • Whatsapp

KUPANG-PENA NTT, Setelah melakukan 6 bulan respons tanggap darurat badai Siklon Tropis Seroja, Wahana Visi Indonesia resmi menutup program pada hari ini, kamis 16/09/2021 lewat zoom metting

Dengan kolaborasi bersama
berbagai pihak, sebanyak 44.103 orang termasuk 16.249 anak telah mendapat manfaat di 33 desa yang tersebar di 7 kabupaten di Nusa Tenggara Timur, yaitu Kupang, Timor Tengah Selatan, Alor, Rote Ndao, Sabu Raijua, Sumba Timur dan Flores Timur.

Bacaan Lainnya

Program respons diawali sejak 4 April 2021, WVI mendistribusikan air bersih, paket kebersihan, paket perlengkapan anak, masker medis, perlengkapan tenda dan lampu darurat tenaga surya untuk warga terdampak yang harus mengungsi karena rumah yang rusak dan mengalami kesulitan mendapat air bersih.

WVI juga melatih para guru dan relawan untuk dapat mengajar dan mendampingi anak-anak di ruang sahabat anak.

“Saya dengan teman-teman ikut RSA di gereja, bermain dan terawa bersama-sama, pokoknya kita senang- senang. Terimakasih WVI, bapak ibu yang mengajari kami di RSA,” kata Aprilia (12), seorang anak di Alor
“Kami sangat bersyukur mendapat bantuan air bersih dari WVI. Sebagai ibu rumah tangga kami telah menggunakan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, memasak, mandi, mencuci. Kami terus mendukung WVI dalam setiap program yang direncanakan dan dalam setiap doa kami,” kata ibu Marlin Here dari Sumba Timur.

WVI juga memberikan bantuan nontunai /bantuan multiguna kepada warga yang terdampak. Warga dapat menggunakan bantuan ekonomi tersebut untuk memperbaiki rumah dan juga membeli perlengkapan pertanian untuk kembali produktif. Melalui kerja sama dengan Habitat for Humanity Indonesia, WVI membangun rumah tahan badai siklon tropis untuk 100 rumah yang hancur total di Kabupaten Kupang.

Direktur Nasional & CEO Wahana Visi Indonesia Angelina Theodora, menyampaikan ucapan terima kasih kepada para sponsor, donor, pemerintah daerah dan para mitra yang selama ini telah berkolaborasi bersama WVI membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak badai Siklon Tropis Seroja.

“Kolaborasi ini telah membawa dampak positif bagi warga yang kehidupannya terdampak bencana. Meksipun belum sepenuhnya pulih seperti semula, kami berharap warga bersama pemerintah daerah dapat terus bersemangat untuk tetap membangun harapan. Kami percaya, warga akan semakin tangguh dan anak- anak kembali ceria menatap hari-hari ke depan,” kata Angelina.
Hope Ambassador WVI.

Becky Tumewu yang melakukan penggalangan dana saat terjadi bencana badai Siklon Tropis Seroja, bercerita, “Pada waktu itu saya merasa sangat prihatin, sangat sedih melihat kondisi saudara-saudara kita di sana. Saya ingin membantu, sehingga waktu itu saya berpikir bagaimana caranya. Tapi saya juga sadar bahwa kondisi saya sangat terbatas, sehingga akhirnya saya punya ide untuk mengumpulkan dana yang kemudian disalurkan melalui WVI kepada para korban dan penyintas banjir bandang dan Siklon Tropis Seroja di NTT. Untuk itu saya ingin ucapkan terimakasih kepada para donor,
sponsor, supporter, kemudian saya ingin mengapresiasi para staf WVI,pemerintah lokal dan semua mitra yang bekerja keras, bekerja sama, saling membantu bahu membantu saudara kita yang membutuhkan.

Walaupun dalam kondisi saat ini kita ada di masa sulit, tapi pada akhirnya saya melihat bahwa semua orang
ingin sekali berbuat kebaikan bagi sesamanya.”

Kepala BPBD Provinsi NTT Ambrosius Kodo menyampaikan, NTT yang memiliki potensi besar untuk pariwisata juga memiliki potensi bencana yang besar karena berada di jalur cincin api (ring of fire), rawan kekeringan dan kini juga harus menghadapi dampak dari perubahan iklim. Oleh karena itu, kesiapsiagaan terhadap bencana sangat penting untuk dibangun.

“Penanggulangan bencana adalah kerja bersama, dan karena itu kolaborasi merupakan sesuatu yang niscaya. Tujuan utama penanggulangan bencana
adalah penyelamatan jiwa dan pemenuhan kebutuhan dasar, dan ini lah yang dilakukab oleh WVI. Terima
kasih atas kerja bersama ini, dan semoga kerja sama ini bisa terus kita tingkatkan,” kata Ambrosius.

Sedangkan Bupati Sumba Timur Drs. Kristofel Praing, M.Si  mengucapkan
terimakasih. “Kami merasa sangat terbantu karena kehadiran wvi sangat dirasakan oleh masyarakat dan
pemerintah Sumba Timur. Ini adalah bentuk panggilan kemanusiaan dan wujud relasi sosial yang terbentuk selama ini. Mudah-mudahan WVI tidak berhenti sampai di sini, tetapi tetap ambil bagian pada aras yang lain di kesempatan mendatang,” tuturnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kupang Paulinus Ati, juga mengungkapkan hal senada.
“Ada begitu banyak kontribusi, baik yang bersifat edukasi maupun tindakan langsung pemberian bantuan untuk masyarakat sasaran. Ada juga sosialisasi, dukungan psikososial, bantuan nontunai
385 orang, juga pembangunan rumah. Terima kasih WVI,” ungkap Paulinus.
Kalak BPBD Kab Alor Marthen G. Moubeka, SH menyampaikan apresiasi atas kontribusi WVI di
bidang kesehatan, air bersih, dan kegiatan RSA untuk anak-anak yang mengalami trauma.

Sedangkan Yeri Otanu, Pelaksana Tugas Kalak BPBD Timor Tengah Selatan juga mengapresiasi distribusi paket keluarga, paket anak, distribusi air bersih saat respons awal hingga bantuan nontunai dan RSA. “Semoga kerja sama ini akan tetap terjalin dalam rangka penanggulangan bencana di TTS,” ujar Yeri.(Amanda/PN.01)

Pos terkait